Cara Menggunakan Kartu Asuransi Kesehatan
Penjelasan tentang cara menunjukkan kartu asuransi, sistem pembayaran 30%, dan apa yang harus dilakukan jika lupa membawanya.
Kartu asuransi kesehatan di Jepang adalah kartu penting yang membuat biaya medis Anda menjadi sekitar 30% saat ditunjukkan di fasilitas kesehatan.
Jenis kartu asuransi
Karyawan perusahaan (asuransi sosial):
Kartu diterbitkan oleh penyelenggara asuransi kesehatan melalui tempat kerja Anda.
Freelancer atau wiraswasta (Asuransi Kesehatan Nasional):
Kartu diterbitkan oleh pemerintah kota atau ward tempat Anda tinggal.
Myna Insurance Card:
Kartu My Number juga bisa digunakan sebagai kartu asuransi kesehatan. Di fasilitas yang mendukungnya, Anda cukup menempelkan kartu pada card reader di resepsionis.
Cara menggunakannya saat berobat
1. Di resepsionis, Anda biasanya akan ditanya apakah membawa kartu asuransi
2. Tunjukkan kartu asuransi atau scan kartu My Number
3. Bayar bagian biaya yang menjadi tanggungan Anda, biasanya 30%, di tempat
Contoh pembayaran:
- Jika total biaya pemeriksaan ¥5.000 → Anda membayar ¥1.500
- Sisa ¥3.500 ditanggung oleh asuransi
Jika lupa membawa kartu asuransi
Anda biasanya tetap bisa berobat, tetapi pada hari itu harus membayar 100% biaya terlebih dahulu. Setelah itu Anda bisa kembali membawa kartu asuransi untuk meminta pengembalian selisihnya.
Sistem batas biaya medis tinggi
Jika biaya pengobatan menjadi besar karena operasi atau rawat inap, ada batas maksimum biaya yang harus Anda tanggung dalam satu bulan. Batasnya tergantung penghasilan, tetapi untuk pendapatan standar biasanya sekitar ¥80.000–¥90.000 per bulan.
Jika Anda mengurus sertifikat batas biaya terlebih dahulu, jumlah yang perlu dibayar di loket dapat dibatasi sampai angka maksimum tersebut. Permohonan bisa dilakukan di kantor asuransi perusahaan atau di kantor pemerintah setempat jika Anda tergabung dalam Asuransi Kesehatan Nasional.
Jika menjadi tanggungan keluarga
Jika Anda menjadi tanggungan pasangan atau anggota keluarga, Anda juga akan menerima kartu asuransi. Dalam kasus itu Anda tetap bisa berobat dengan porsi pembayaran sekitar 30%.