Budaya Kerja di Jepang
Penjelasan tentang aturan tak tertulis di tempat kerja Jepang dan hal-hal yang sering membingungkan orang asing.
Budaya kerja di Jepang sering penuh kejutan bagi banyak orang asing, baik dalam arti positif maupun negatif. Jika Anda memahami ciri khas ini lebih dulu, biasanya Anda akan lebih mudah memulai pekerjaan dengan lancar.
Aturan soal waktu
- Datang lebih awal dari jam kerja sering dianggap normal; datang tepat di menit terakhir memang bukan terlambat, tetapi bisa memberi kesan kurang baik
- Cuti berbayar adalah hak, tetapi di Jepang masih ada budaya sungkan untuk memakainya. Saat ingin mengambil cuti, umumnya lebih baik berkonsultasi dulu dengan atasan
- Lembur masih cukup umum di beberapa tempat kerja, meskipun dalam beberapa tahun terakhir situasinya mulai membaik
Gaya komunikasi
- Banyak orang tidak mengatakan “tidak” secara langsung; kalimat seperti “itu agak sulit” atau “kami akan mempertimbangkannya” kadang sebenarnya adalah penolakan
- Jika ingin berbeda pendapat dengan atasan, biasanya lebih baik dibicarakan secara pribadi, bukan langsung di rapat
- Email dan laporan sering membutuhkan bahasa yang sopan
- Budaya “lapor, hubungi, konsultasi” sangat penting; jika ada masalah, sebaiknya segera memberi tahu atasan
Salam di tempat kerja
- Saat masuk kerja: “ohayou gozaimasu”
- Saat keluar sebentar: “ittekimasu”, lalu dijawab “itterasshai” oleh yang tinggal
- Saat pulang lebih dulu: “osaki ni shitsurei shimasu”, lalu dijawab “otsukaresama deshita”
- “Otsukaresama” adalah ungkapan yang sangat umum untuk menghargai usaha rekan kerja
Budaya minum bersama setelah kerja
Di beberapa tempat, acara minum atau makan bersama atasan dan rekan kerja masih menjadi kesempatan sosial yang penting.
- Kehadiran tidak sepenuhnya wajib, tetapi kadang ada suasana bahwa anggota tim diharapkan ikut
- Jika Anda tidak minum alkohol, cukup jelaskan dari awal bahwa Anda akan minum minuman ringan
- Setelah masa COVID, paksaan untuk ikut acara seperti ini umumnya berkurang dan menolak pun menjadi lebih mudah
Kartu nama
Pertukaran kartu nama masih menjadi ritual penting dalam dunia bisnis di Jepang.
- Serahkan dan terima dengan dua tangan
- Setelah menerima, perlakukan dengan hormat; jangan langsung dimasukkan ke dompet begitu saja atau dicoret-coret
- Saat rapat, banyak orang meletakkannya di atas meja untuk memudahkan mengingat nama dan menunjukkan rasa hormat
Hal yang perlu diingat sebagai pekerja asing
- Meskipun bahasa Jepang Anda belum lancar, sikap aktif untuk berkomunikasi biasanya sangat dihargai
- Jika tidak mengerti, bertanya secara jujur sering lebih baik daripada diam lalu membuat kesalahan
- Daripada hanya mengatakan “saya tidak tahu”, menunjukkan bahwa Anda sedang berusaha memahami perbedaan budaya akan lebih membantu membangun hubungan baik