Cara Menghadapi Kelembapan dan Udara Kering
Iklim Jepang berganti antara sangat lembap dan sangat kering tergantung musim. Panduan ini menjelaskan cara mengatasinya sepanjang tahun.
Iklim Jepang memiliki dua sisi yang jelas: musim panas panas dan lembap, sedangkan musim dingin cenderung kering. Keduanya bisa memengaruhi tubuh dan lingkungan rumah, sehingga perlu penyesuaian sesuai musim.
Musim yang sangat lembap (musim hujan dan musim panas)
Pada musim hujan dan musim panas, kelembapan yang tinggi menciptakan kondisi yang mudah memunculkan jamur dan tungau.
Tempat yang mudah berjamur:
- Langit-langit kamar mandi, nat ubin, dan karet di sekelilingnya
- Dinding di dalam closet atau ruang penyimpanan
- Dinding kamar yang menghadap utara
- Bekas embun di sekitar jendela
Cara mengatasi:
- Ventilasi dengan membuka jendela sedikit atau menyalakan exhaust fan
- Gunakan dehumidifier untuk menjaga kelembapan ruangan di bawah sekitar 60%
- Letakkan penyerap kelembapan di closet atau ruang penyimpanan
- Gunakan spray anti jamur secara berkala di kamar mandi dan sekitar jendela
- Gunakan mode dry pada AC untuk kelembapan ringan
Musim yang kering (musim dingin)
Pada musim dingin, ketika memakai AC untuk pemanas, kelembapan ruangan bisa turun sampai sekitar 20–30%. Tingkat yang nyaman biasanya 40–60%.
Dampak udara kering:
- Tenggorokan dan hidung menjadi kering, sehingga lebih mudah terkena pilek atau flu
- Kulit menjadi kering dan mudah iritasi
- Listrik statis lebih mudah muncul
Cara mengatasi:
- Gunakan humidifier, baik tipe steam, evaporatif, atau hybrid, dengan target sekitar 50–60%
- Menjemur pakaian di dalam rumah juga bisa menambah kelembapan secara alami
- Tanaman hias juga bisa sedikit membantu menambah kelembapan
Higrometer atau alat ukur kelembapan
Anda bisa membeli alat yang menampilkan suhu dan kelembapan sekitar ¥2.000–¥3.000. Dengan angka yang jelas, Anda akan lebih mudah menentukan kapan harus melakukan dehumidifying atau humidifying. Alat seperti ini biasanya dijual di drugstore atau toko elektronik.