Menggunakan Sepeda di Jepang
Panduan tentang aturan sepeda di Jepang, kewajiban registrasi anti-pencurian, dan etika parkir sepeda.
Di Jepang, sepeda adalah alat transportasi harian yang sangat umum. Namun Jepang juga memiliki aturan tersendiri, dan jika melanggar tanpa tahu, Anda bisa dikenai sanksi.
Membeli sepeda
Sepeda baru:
- Home center: sekitar ¥10.000–¥30.000
- Toko olahraga: sepeda seperti cross bike biasanya sekitar ¥20.000–¥100.000
- Beberapa toko elektronik besar juga menjual city bike biasa
Sepeda bekas:
- Toko barang bekas: sekitar ¥5.000–¥15.000
- Aplikasi marketplace seperti Mercari atau Yahoo Auctions
Registrasi anti-pencurian wajib
Saat membeli sepeda, Anda wajib mendaftarkannya untuk pencegahan pencurian. Prosesnya bisa dilakukan di toko sepeda atau kasir home center, biasanya dengan biaya sekitar ¥500–¥600. Simpan bukti registrasi dengan baik karena ini memudahkan pelacakan jika sepeda hilang.
Aturan yang perlu diketahui
Tempat berkendara:
- Pada prinsipnya, sepeda berjalan di sisi kiri jalan raya
- Trotoar hanya boleh dipakai jika ada tanda yang mengizinkan, dan saat itu pejalan kaki tetap harus diprioritaskan
Tindakan yang dilarang atau diperketat hukumannya:
- Mengoperasikan smartphone sambil bersepeda
- Memakai earphone di kedua telinga saat bersepeda, tergantung aturan daerah
- Mengendarai sepeda setelah minum alkohol
- Mengendarai sepeda sambil memegang payung dengan satu tangan
Aturan parkir sepeda
Jika Anda memarkir sepeda di tempat yang tidak diizinkan, sepeda bisa dipindahkan petugas. Untuk mengambilnya kembali, Anda biasanya harus membayar biaya sekitar ¥2.000–¥3.000.
- Area sekitar stasiun sering memiliki parkir sepeda berbayar, sekitar ¥100–¥200 per hari
- Banyak juga parkir sepeda sistem langganan bulanan
- Parkir sepeda di pusat perbelanjaan sering gratis
Tentang kunci
Pencurian sepeda cukup sering terjadi di Jepang. Selain kunci bawaan sepeda, sebaiknya gunakan cable lock tambahan untuk mengikat sepeda ke rak parkir atau benda tetap lainnya.