Cara Menggunakan AC di Jepang
Remote AC di Jepang biasanya hanya berlabel Jepang. Panduan ini menjelaskan tombol utama dan pengaturan yang praktis.
AC yang terpasang di apartemen Jepang biasanya memiliki remote yang hanya berlabel Jepang. Kabar baiknya, fungsi utamanya sederhana, jadi setelah memahami tombol-tombol utama, Anda bisa menggunakannya dengan mudah.
Tombol utama pada remote
- 運転/停止 atau ON/OFF: Daya hidup/mati
- 冷房: Mode pendingin untuk musim panas
- 暖房: Mode pemanas untuk musim dingin
- 除湿 atau ドライ: Mode pengering/dehumidifier, sangat berguna saat musim hujan
- 送風: Kipas saja, tanpa pengaturan suhu
- 自動 atau オート: Mode otomatis yang menyesuaikan pengaturan berdasarkan suhu ruangan
- 温度設定: Pengaturan suhu dengan tombol naik turun. Sekitar 26–28°C di musim panas dan 20–22°C di musim dingin adalah angka yang umum.
- 風量: Kecepatan kipas. Mode otomatis biasanya sudah cukup.
- タイマー: Timer
Tips praktis
Jangan menurunkan suhu pendingin terlalu rendah. Di Jepang, 28°C sering dipromosikan sebagai standar hemat energi di musim panas. Dalam beberapa kasus, membiarkan AC tetap menyala di sekitar 28–30°C saat Anda keluar rumah bisa lebih murah dibanding mematikannya total lalu mendinginkan ruangan lagi dari awal.
Membersihkan filter
Filter perlu dibersihkan secara rutin, biasanya satu atau dua kali sebulan. Buka panel depan, lepaskan filter, lalu sedot debunya atau cuci dengan air. Jika tidak dibersihkan, performanya turun dan bau tidak sedap lebih mudah muncul.
Biaya listrik
AC menggunakan cukup banyak listrik, jadi sangat memengaruhi tagihan bulanan. Untuk unit ukuran 6 tatami, biayanya bisa sekitar ¥5–¥15 per jam tergantung model dan pengaturan. Pada musim panas atau musim dingin, tagihan listrik bulanan bisa mencapai ¥10.000–¥20.000.